Mata itu menatap dengan tajamnya, tangannya melambai mengarah kepada laut yang mulai menampilkan warna birunya yang cantik, kerudung panjang...

Opini: Perempuan Terkadang Seperti Itu

Mata itu menatap dengan tajamnya, tangannya melambai mengarah kepada laut yang mulai menampilkan warna birunya yang cantik, kerudung panjang yang dibuai-buai angin sesekali melilit bagian kepala dan pundaknya. Seorang Laki-laki duduk di sampingnya dan mengatakan "Alhamdulillah ya, sore telah tiba"

Sore itu ditemani secangkir teh di bawah pohon beringin yang daunnya sesekali berbunyi  karena angin laut yang lumayan kencang.

Perempuan itu sesekali membenarkan posisi kerudung yang dipakainya karena terkadang mengenai wajah Laki-laki. Tanpa sepatah kata, tanpa kegiatan, mereka asik menatap laut dan ombak yang saling mengejar.

Suasana hening semakin terasa, Laki-laki hanya terdiam dan selalu terdiam. Entah apa yang ia pikirkan. Perempuan hanya duduk dan sesekali membenarkan posisi kerudungnya yang semakin tidak keruan.

Duduk berdampingan seperti ini, tidak mudah, tidak biasa, dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Laki-laki merasa ada yang berbeda dari pertemuan mereka sejak pertama kali. Perempuan ini, perempuan yang selalu diam di sebelahnya.

Suasana semakin tidak biasa, keduanya terdiam, keduanya merasa bahwa ada yang berubah dari sikap mereka satu sama lain.

Diam, hanya diam, dan diam lagi yang selalu menjadi pilihan utama keduanya.

"Kau tahu, sejak tadi aku memerhatikanmu"

Perempuan hanya diam. Tidak menoleh, tidak mengucapkan apapun.

"Apa kau baik-baik saja?"

Perempuan masih diam dengan tatapan kosong ke arah laut dan pikiran yang amburadul dan tidak mengucapkan apapun.

"Hey, apa kau dengar aku sedang bicara kepadamu?"

Perempuan tetap diam dan tidak menoleh sedikitpun.

"Hey, bisa kau beri tanda atau kode apapun agar aku bisa memecahkannya?"

Perempuan itu menoleh dengan tatapan kosong, memandang dalam-dalam mata dari Laki-laki dan berbalik menghadap laut kembali.

"Hey, ada apa? apa ada yang salah? tolong jawab"

Perempuan kemudian memandang sekali lagi dengan tatapan datar yang tak biasa kemudian pergi meninggalkan Laki-laki itu sendirian.

"Dasar perempuan. Bagaimana aku tahu maksudmu jika kau tak mengucapkan satu kalimatpun dan memilih untuk pergi" suara dari dalam hati Laki-laki.

Laki-laki masih dengan tempat yang sama, dengan tatapan kosong, dan berharap perempuan memberikan tanda atau sedikit saja kata agar tidak ada salah paham di antara keduanya.

Laki-laki sesekali menengok ke belakang berharap perempuan kembali lagi padanya.

"Hey, mengapa kau hanya diam di situ? apa kau tidak takut?"

"Hey, bisakah kau mengucapkan satu kata saja agar aku mengerti?" Laki-laki itu berteriak dengan suara yang sangat parau.

Perempuan berjalan menuju Laki-laki.

"Jadi bagaimana?"

"Apanya yang bagaimana? kau tak memberikan tanda apapun"

"Ya sudah cukup!!" perempuan sedikit membentak

"Sampai kapan kau terus begini? apa kau lupa kita akan menempuh perjalanan bersama setelah ini?"

"Kita? apa Aku tidak salah dengar?"

"Maksudmu?"

"Sudah, tidak ada lagi yang bisa dibahas"

Perempuan sedikit menunduk, menyembunyikan rasa kecewa dalam matanya. Sesekali ia mengusap mata dan hidungnya yang mulai berair.

"Bisa kau pergi dari sini?"

"Ha?" Laki-laki tidak mengerti

"Kemanapun yang kau mau, kau suka, tolong pergi dari sini dan tinggalkan Aku sendiri"

Laki-laki semakin bingung, semakin gundah, semakin tidak mengerti apa yang harus dilakukan.

"Maaf jika aku membuatmu kecewa, tapi tak usah kau pikirkan. Kau sekarang boleh meninggalkanku sendirian"

Perempuan terdiam, duduk, dan tertunduk.

Laki-laki meninggalkannya, meninggalkan Perempuan yang sedang tertunduk.

****

Seorang Perempuan terkadang sangat naif dan menginginkan lebih dari seorang yang ia inginkan. Memiliki seutuhnya, mengharapkan kehadirannya, mengharapkan ia mengerti.

Perempuan terkadang tak ingin membuat Laki-laki merasa kecewa dengan perlakuannya dan tidak ingin memaksakan kehendaknya dengan cara menutupinya dengan tangisan.

Penjelasan tak pernah dibutuhkan, yang Perempuan butuhkan adalah kehadiran seseorang yang mengerti apa yang Perempuan mau.

Hidup sekali, jatuh cinta sekali, mencari sekali, setelah itu mati. Mati dengan cinta yang sekali dan hidup dengan Laki-laki yang menginginkannya sekali, tidak lebih.



0 komentar: