Setelah sekian lama akhirnya bertemu lagi dengan kota Purwakarta. Ya tentu saja niatku ke sini adalah untuk liburan dan menyegarkan badan. P...

Menikmati Indahnya Purwakarta dari Gunung Lembu

Setelah sekian lama akhirnya bertemu lagi dengan kota Purwakarta. Ya tentu saja niatku ke sini adalah untuk liburan dan menyegarkan badan. Pada kesempatan kali ini, Aku tidak hanya mampir seperti waktu perjalanan ke Bandung, melainkan menikmati salah satu keindahan kota Purwakarta, yaitu mendaki Gunung Lembu. Purwakarta memang mempunyai banyak sekali tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain Gunung Lembu, ada juga Gunung Bongkok, Gunung Parang, Taman Air Mancur Sri Badega dan masih banyak lagi.


Masih ingat dengan personil waktu jalan-jalan ke Bandung? Ya itu pula teman yang akhirnya ikut dalam perjalanan menuju Gunung Lembu. Aku dan teman-teman merencanakan dengan tidak matang (namanya juga manusia labil) karena waktu yang memang agak susah untuk ditemui. Untuk menyiasati itu, kami akhirnya merencakanannya dengan dadakan karena kami tahu untuk menuju Purwakarta hampir setiap hari ada kereta.

Walaupun serba dadakan, kami mencari beberapa informasi mengenai Gunung Lembu tersebut, seperti estimasi biaya, perjalanan, dan durasi kita di Purwakarta agar sesuai dengan waktu yang ada.

Mungkin dari kalian ada yang ingin bertanya mengapa kami memilih Gunung Lembu untuk didaki? Jawaban pertama yang akan aku berikan adalah harga yang murah, kedua adalah tempat yang dekat dari jakarta, ketiga adalah transportasi yang cukup banyak untuk bisa sampai ke sana, keempat adalah cocok untuk para pendaki pemula seperti Aku.

Perjalanan dari Jakarta

Perjalanan ke Purwakarta memakan waktu yang lumayan singkat, yaitu kurang lebih 3 jam dari Jakarta jika menaiki kereta lokal. Jika kalian di Jakarta, mungkin bisa naik melalui stasiun Tanjung Priok atau stasiun Kemayoran. Alasan kami menaiki kereta lokal adalah karena harganya sangat murah yaitu hanya Rp6000,- sudah bisa sampai ke Purwakarta. Tapi saat itu kami mengalami kendala yaitu kehabisan tiket karena telat datang di Stasiun Kemayoran. Tiket ke Purwakarta habis sekitar pukul 15.30 WIB, tapi kami datang sekitar Pukul 16.00 WIB.

Sore di Kemayoran
Solusinya dari keterlambatan ini adalah menunggu. Mungkin ini adalah konsekuensi untuk orang-orang lalai seperti kami. Tidak hanya menunggu, kami juga saat itu kehabisan kereta ke Purwakarta, hanya tersisa kereta sampai Cikampek. Karena kami hanya punya waktu 2 hari saja, jadi mau tidak mau kami naik kereta arah Cikampek. Saat itu keberangkatan kami pukul 17.30 WIB dan sampai di Cikampek Pukul 19.30 WIB. Sesampainya di Cikampek, kami melanjutkan perjalanan menuju purwakarta dengan menaiki angkot sampai stasiun Purwakarta. Saat itu kami sampai sekitar Pukul 21.00 WIB karena angkot ngetem di pinggir jalan.

Untuk biaya angkotnya sendiri bervariasi mulai dari Rp10.000.- sampai dengan Rp20.000,-. Harusnya ngirit, malah jadi nambah. Ya inilah konsekuensi untuk orang-orang yang lalai.

Stasiun Purwakarta - Gunung Lembu 

Untuk mencapai Basecamp Gunung Lembu, Aku menyarankan untuk menyewa angkot -jika tidak punya motor- ke sana karena perjalanan cukup jauh dan tidak ada kendaraan umum untuk sampai ke sana. Harga sewa angkot untuk PP adalah sekitar Rp250.000,- sampai dengan Rp300.000,- tergantung banyaknya orang yang menyewa. Waktu itu kami mendapatkan harga Rp250.000,- untuk 4 orang PP. Basecamp Gunung Lembu sendiri berada di Dukuh Manunggal, Desa Sukatani dan jaraknya dari Stasiun Purwakarta sekitar 25 Km dengan jalan yang lumayan terjal dan banyak sekali lubang.

Saat itu kami sampai di Basecamp sekitar pukul 23. 30 WIB dengan kondisi perut lapar. Akhirnya kami memutuskan untuk istirahat sejenak di Basecamp, makan, bersih-bersih, dan mempersiapkan untuk pendakian Pukul 1.00 WIB. Lagi-lagi kami ngaret untuk memulai pendakian karena pemilik Basecamp bilang perjalanan hanya sekitar 2 Jam saja. Waktu yang lumayan singkat menurutku.

Sekitar Pukul 01.45 WIB kami memulai perjalanan dengan mengisi form administrasi dan membayar Rp5000,- untuk masuk ke wilayah Gunung Lembu. Kami mulai mendaki jalan dan melewati beberapa bebatuan. Awalnya kami mengira bahwa salah satu dari kami ada yang membawa senter untuk di perjalanan. Tapi nyatanya tidak ada yang membawa. Akhirnya kami kembali ke Basecamp untuk membeli senter untuk penerangan di perjalanan. Oiya, FYI, Untuk kalian yang tidak banyak membawa peralatan untuk mendaki, di Basecamp ini menyediakan peralatan tersebut. Ada yang harus beli, ada juga yang bisa disewa seperti tenda, tas, jas hujan, dll.

Perjalanan Menuju Puncak

Gunung lembu mempunyai 3 pos yang bisa dilalui agar sampai ke puncak dengan jalanan yang cukup terjal dan lumayan miring. Saat mendaki masih sangat gelap dan harus berhati-hati karena banyak sekali jalan yang bersebelahan dengan jurang. Kata warga setempat, banyak pendaki yang meninggal dan tidak ditemukan di jurang tersebut. Lumayan ngeri.

Bermodalkan senter yang kami beli di Basecamp tadi, kami mendaki dan akhirnya sampai ke Pos 1. Di sini ada warung kecil untuk beristirahat jika kalian merasa agak lelah. Jalannya memang miring sekali, jadi butuh banyak tenaga untuk mencapainya. Perjalanan sekitar 20 Menit untuk sampai di Pos 1.

Menurutku, jalur pendakian Gunung Lembu cukup jelas dan tak akan mudah kesasar bagi pemula. Kami saja yang baru pertama kali saat itu dan tidak ada barengan dari pendaki lain bisa sampai di puncak dengan mengikuti arah jalan yang sudah ada.

Oiya, di jalur pendakian banyak sekali bambu dan pohon-pohon tumbang. Jadi disarankan untuk berhati-hati.

Dari Pos 1 ke Pos 2 lumayan pendek jaraknya dan jalannya tidak terlalu terjal. Sekitar 10 menit kami sudah sampai di Pos 2. Pos 2 dan Pos 1 mempunyai kemiripan yaitu mempunyai saung untuk beristirahat dan warung untuk membeli keperluan. Untuk malam hari seperti saat kami mendaki, Pos 2 tidak buka, tapi ada pendaki yang tidur di sana.

Meninggalkan Pos 2, tanjakan mulai terasa dengan kemiringan yang cukup curam. Tapi baiknya saat itu kondisi jalurnya aman karena tidak basah. Jika basah dan musim hujan, mungkin kami akan kesulitan untuk mendakinya. Saat menuju Pos 3, Nafas terasa ingin habis, tenaga rasanya sudah terkuras. Mungkin karena kami tidak pemanasan, perjalanan panjang, dan kurang tidur. Menurutku begitu. Atau memang kami yang lemah.

Jalan menuju Turun
Saat jalan menanjak sekitar 1 Jam, akhirnya kami menemukan jalanan yang cukup landai. Setidaknya ada jalan yang bisa dipakai untuk beristirahat. Kami pikir, jalan landai itu adalah puncaknya. Tapi sepanjang jalan, kami tidak menemukan satupun tenda yang berdiri. Awalnya khawatir nyasar, tapi kami melanjutkan perjalanan kembali dan menemukan lagi tanjakannya.

Sekitar Pukul 3.30 WIB kami sudah melewati petilasan dan menemukan tenda-tenda berdiri di mana-mana. Akhirnya puncak Gunung Lembu sudah kami capai. Tapi, pada saat itu kami bingung mencari pemandangan dan di mana Batu Lembunya? Saat itu belum ada seorangpun yang bangun dari tenda. Akhirnya kami melanjutkan lagi perjalanan. Jauh dari ekspektasi kami, ternyata jalanan yang kami tempuh mulai menurun.

Ya itu dia, Batu Lembunya.

Pemandangan malam saat di Batu Lembu
Akhirnya kami sampai sekitar Pukul 04.00 WIB dengan keadaan yang lumayan lelah dan berkeringat. Lagi-lagi, karena kami manusia lalai, kami tidak membawa tenda untuk sekedar tidur. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur di atas Batu Lembu.

Yak. Dia kedinginan
Walaupun ada saung di atas, kami tidak kebagian karena sudah sangat penuh. Ya mau tidak mau harus tidur dengan kedinginan. Aku mencoba untuk tidur, tapi sepertinya sangat nanggung jika harus kehilangan sunrise indah pagi hari. Aku menghabiskan waktu saat itu dengan streaming piala dunia yang mempertemukan Inggris dan Croatia. Sinyal di sini cukup bagus menurutku. Masih 4G untuk provider Telkomsel.

Pukul 05.20 WIB, banyak pendaki yang mulai menempati Batu Lembu. Mungkin agar mendapatkan matahari terbit yang terbaik. Aku menunggu di atas, mengharapkan hal yang sama. Pukul 05.30 WIB, matahari mulai muncul dengan warna indahnya dan beberapa pendaki mulai mengeluarkan gawainya untuk sekedar berfoto atau untuk membuat timelapse.

Matahari Terbit dari Timur
Pemandangan dari atas Batu Lembu sangat indah. Dari atas, kita bisa melihat terbentang luas Waduk Jatiluhur dan ratusan keramba ikan. Selain itu, ada perbukitan hijau yang cantik sekali.

Setelah puas menikmati keindahan kota Purwakarta dari atas, Kami memilih untuk pulang karena puncaknya sudah kami taklukan, dan tak ada lagi yang kami cari.

Puas rasanya perjalanan selama 2 hari ini. Sampai ke Batu Lembu, melihat kota Purwakarta dari atas, menembus dinginnya malam, berjalan bersama teman-teman, dan yang paling penting menjadi lebih dekat dengan Tuhan yang maha pencipta.

Sampai jumpa lagi Lembu !!
Bocah Mamoy

0 komentar: