Semalam tepatnya sebelum aku memutuskan untuk tidur, aku membuat pernyataan bahwa aku telah kehabisan ide untuk mengisi blog-ku. Ini adalah ...

Tulisan Buntu

Semalam tepatnya sebelum aku memutuskan untuk tidur, aku membuat pernyataan bahwa aku telah kehabisan ide untuk mengisi blog-ku. Ini adalah satu dari banyak hal yang membuatku kesal, kenapa? karena hasrat hati ingin menulis, tapi otak tak bisa menyalurkannya.

Tulisan ini aku buat dengan penuh kesadaran dan aku tidak menyarankan Anda untuk melanjutkan membaca tulisan ini hingga akhir. Jujur, sampai huruf-huruf inipun aku masih belum tahu sebenarnya apa yang ingin aku sampaikan lewat tulisan ini. Buntu, sangat buntu.

Selain menulis (yang biasa jadi pelarian), aku juga sering memerhatikan beberapa twit yang muncul dalam timeline twitter-ku. Ya untuk apa lagi selain mengusir kebosahanan dan lari dari otak yang buntu.

Pagi ini aku melihat ada twit yang menarik sekali, kurang lebih bunyinya seperti ini "Tidak lagi menikmati hobi? Hati-hati nanti bisa jadi depresi". entah dari akun apa kata-kata itu, karena hingga sekarang tidak lagi aku temukan.

Sebenarnya menulis bukanlah hobiku, namun menulis adalah sebagian dari buku sejarah yang sedang aku buat sendiri. Yang pada suatu saat bisa aku baca kembali karena terekam dalam tulisan-tulisan yang ada.

Sejak menjalani Ekspedisi kemarin, menulis tidak lagi menarik. Karena waktu yang diperlukan untuk menyendiri itu sangatlah sempit. Entah kenapa itu bisa terjadi. Kebuntuan berjalan hingga 2 minggu lamanya. Bahkan notes yang biasa aku penuhi dengan draftpun kosong.

Menyedihkan, menyedihkan sekali.

Hingga huruf ini, aku sebenarnya sudah kehabisan kata-kata untuk ditulis. Jujur, merangkai huruf-huruf seperti ini hanya untuk mengatasi rasa malas yang ada. Tidak ada pesan moral, tidak sama sekali layak baca, hanya untuk memenuhi hasrat yang sudah lama terpendam.

Menurutku, menulis adalah satu-satunya kegiatan untuk menambah kembali riwayat yang sudah lama hilang. Mengapa demikian? Di Blog ini, semua tulisan masuk ke dalamnya dengan maksud sebagai pengingat sesuatu yang ada pada saat itu. Itu pula yang mendasari blog ini tidak ada filter tulisan. Mulai dari yang jelek sampai yang biasa saja bisa masuk ke dalamnya. Yang terpenting adalah momennya.

*****

Tulisan ini dibuat di bawah kesadaran penuh dengan otak yang sebenarnya sudah buntu sejak dari awal. Yah, meski tulisan tentang momen yang lain belum ada, setidaknya ada satu tulisan yang sudah selesai.


0 komentar: