Lampu telah padam pada waktunya Para "Aktor" tertawa di sebuah rumah Di atas panggung "Sutradara" termangu oleh rasa r...

Puisi: Rubuhnya Sang Imajiner

Lampu telah padam pada waktunya
Para "Aktor" tertawa di sebuah rumah
Di atas panggung "Sutradara" termangu oleh rasa ragu
Bukan berarti sesudah itu diam
Cerita bisu ini masih berjalan dengan sendirinya

Penataan gerak dan sikap telah dipetakan
Terulang segala teknik dalam setiap kemunculan emosi
Sang Aktor masih saja seperti itu
rayakan "kesuksesan" dalam sebuah "pesta"

Masih terngiang ketika Sapardi Joko Damono pernah berucap
"aku diam-diam mencintaimu"
Aku mulai membuka pintu
Lalu terdengar lagi bisiknya,
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana"
Aku mulai menjadi sang Imajiner.

Bila tahu ini yang akan datang
Aku mungkin tak memulai pertunjukan ini
Dan di akhir sapanya
"...dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api, yang menjadikannya abu"
Ternyata aku lah si abu itu yang dengan sederhana
Pergi diam-diam

Jika kata-kata ini telah terbaca,
Kabari aku bagaimana kamu kembali.

Jakarta 2018
Aku hanyalah pencipta dan pembuat mimpi dengan karya tanpa batas



0 komentar: