Sama seperti hari-hari biasanya, jika merasa kesepian aku selalu mengunjungi Patrick yang biasanya selalu bisa menemani dan memberiku semang...

Patrick dan Gombalannya

Sama seperti hari-hari biasanya, jika merasa kesepian aku selalu mengunjungi Patrick yang biasanya selalu bisa menemani dan memberiku semangat baru dengan cepatnya.

Setelah perpisahanku dengannya 2 minggu yang lalu, aku memang berencana untuk mengunjunginya seharian penuh karena aku ingin menghabiskan waktu dengannya. Dengan cerita-cerita menariknya setelah lama aku tinggal sendirian. Semoga Patrick mau bercerita denganku.

****

Pagi itu cukup dingin untuk wilayah Jakarta, menurutku. Tapi tidak menurunkan semangatku untuk bertemu dengannya. Seperti biasa, aku mengunjunginya menggunakan transportasi umum karena Patrick sudah tidak lagi satu kos denganku. Ia memutuskan pindah dengan alasan yang menarik: Karena tidak bisa duduk sambil mengikat tali sepatu. Namanya juga Patrick, selalu saja ada alasan pada apapun itu.

Di perjalanan menuju tempat Patrick, aku membayangkan beberapa hal yang akan kita lakukan hari ini. Mungkin menonton TV, bermain tic tac toe, atau minum coklat panas sambil bercerita. Sungguh nikmat menurutku dan semoga Patrick juga memikirkan hal yang sama.

"Brot" Aku memanggilnya.

Patrick membukakan pintu dengan memberikan satu pertanyaan.

"Kamu tau ga bedanya kamu sama teh pucuk?"

"Ga tau, baru juga sampe uda begitu"

"Bedanya, kalau teh pucuk itu manisnya buatan kalau kamu itu manisnya alami"

"Bajingan!!!"

"Sini masuk dulu ada yang mau saya kasih ke kamu"

Tak perlu pikir panjang lagi, aku langsung masuk ke kamar Patrick karena aku tahu pasti Patrick ingin bermain denganku lebih private. Seperti hari-hari biasanya.

"Aku kemarin habis beli buku gombal, harganya cukup murah menurutku"

"Buat apa lagi? bukannya kamu uda ada pasangan? Bukannya kamu itu pakar di dunia pergombalan?"

"Buat nambah konten boleh aja kan?"

"Ya boleh aja sih"

Patrick kemudian membuka satu bundelan kertas.

"Nah, ini dia buku gombalan yang menurutku agak cerdas. Kamu mau baca?"

"Boleh"

Sekitar 15 menit aku membaca bundelan kertas itu. Memang isinya hanya gombalan, tapi benar kata Patrick gombalan ini agak cerdas.

Dari banyaknya gombalan yang tersedia, aku mencoba untuk merangkum beberapa gombalan cerdas milik bundelan kertas Patrick itu. Jadilah seperti ini

1. Aku sama kamu itu bagaikan limit. Hanya mendekati. Tidak pernah tercapai.

2. Sifat aku emang negatif terus, makanya aku ada di sekitar kamu. Kaya elektron yang selalu mengelilingi proton.

3. Cinta aku itu kaya atom. Meskipun kecil, tapi ga bisa diubah jadi perasaan lain.

4. Aku bisa hidup tanpa kamu seperti tanaman hidup tanpa cahaya. Lesu, tanpa kehidupan dan kemudian akan mati.

5. Kalau biner itu cuma 1 sama 0, kalau di hati aku itu cuma ada kamu. Iya, kamu.

6. Muatan listrik kamu positif ya? Rasanya aku selalu tertarik ke arah kamu.

7.“Reaksi fusi itu terjadi di mana?” “Di sini, antara aku sama kamu, bersatu menjadi kita.”

8. Pacaran itu kaya sifat koligatif larutan, ga memandang siapa atau apa, tapi jumlah cintanya.

9. Pacaran itu kaya koloid, dari dua orang yang berbeda tapi kelihatannya menyatu.
   
10. Cinta aku ke kamu itu kaya sinar gamma, ga kelihatan tapi frekuensi dan tingkat energinya tinggi.
   
11. Hati aku tuh kaya enzim yang kerjanya spesifik, cuma bisa cocok untuk kamu.
  
12. Kamu itu kaya edelweiss, cuma bisa aku lihat, tapi ga bisa aku petik untuk jadi milikku.
   
13. Cintaku ke kamu itu kaya siklus krebs yg berlangsung dalam tubuhku. Rumit, sulit dimengerti, namun berlangsung setiap hari.

****

Gombalan, seperti biasanya terjadi di sekitar kita dan hampir setiap hari kita mendengarnya. Entah dari mulut ke mulut atau dari stasiun televisi. Mulai dari pagi hingga malam, pasti ada saja karena ini adalah salah satu hal bisa jadi asik digunakan. Kalau kata Patrick "Gombal adalah nafas-nafas kehidupan".

Gombalan di atas bisa saja dipakai oleh teman-teman yang ingin kelihatan berbeda dari biasanya. Selain seru, gombalan ini juga bisa membuat kalian naik derajat hingga beberapa kali.

Selamat bergombal ria.

Depan Komputer, Jakarta
26 September 2018
Ditemani lagu Go Green - Momonon


0 komentar: