Tepat hari ini, aku dipertemukan denganmu di suatu tempat yang menurutku cukup romantis, yaitu di rumah. Rumah yang menjadi awal pertemuan k...

Aku: Rasa yang Egois

Tepat hari ini, aku dipertemukan denganmu di suatu tempat yang menurutku cukup romantis, yaitu di rumah. Rumah yang menjadi awal pertemuan kita dan semoga menjadi pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Hari ini, sudah cukup lama kita berkenalan, rasanya hatiku benar-benar sedang menginginkanmu. Tapi, ketika aku mencobanya selalu saja ada pertanyaan "bisakah?".

Aku teringat masa-masa indah denganmu saat di sekolah. Saat di mana kita bekerjasama untuk mencapai tujuan yang kita inginkan bersama. Aku masih ingat. Masih ingat ketika kau memberikanku topi kala itu. Apa kau masih ingat? Semoga saja.

Sepertinya aku memang orang yang tak pandai dalam dunia percintaan. Sepertinya aku sedikit menyedihkan, sedikit mengecewakan telah melewati hal yang sebenarnya aku inginkan. Hingga yang terjadi adalah rasa yang terus terpendam di dalam hati yang sebenarnya kamu juga tahu dan merasakannya.

Setiap hari, setiap saat, aku selalu mengawasi dan mengejar bayangmu yang sebenarnya memang tak dapat kuraih. Sedikit pecundang memang, ya seperti inilah aku yang hanya bisa merasakan cinta sesaat sebelah tangan dan terkadang kita merasa bahwa ini hanyalah permainan. Tapi, walaupun begitu aku menikmatinya, asal kamu senang.

Sosokmu yang cuek dan terkadang misterius membuatku menjadi orang yang sangat penasaran. Terkadang sosokmu menghilang dari kerumunan orang, namun aku selalu mencoba untuk mencarimu dan hanya bisa memandangimu dari kejauhan, bahkan karena seringnya aku dapat membedakan punggungmu dari belakang. Aku terlalu berlebihan ya? Tapi, itu yang aku rasakan. Coba saja kamu berdiri dan bersembunyi dari pandanganku. Aku selalu dapat menemukanmu. Karena, hatiku tahu dimana kamu.

Waktu itu, aku sedikit merasa bahagia ketika kamu mempedulikan aku, memperhatikan aku, dan sesekali terlihat mencuri pandang dengan melihatku. Sekali lagi hatiku berbisik sepertinya aku benar-benar jatuh hati denganmu.

Aku tahu tuhan menitipkan rasa ini bukan karena tidak mempunyai maksud apapun. Dan sungguh, aku sangat egois untuk berbagi dengan siapapun dengan rasa ini. Aku tertawa kecil, menertawakan kebodohanku, terkadang. Aku bahagia ketika melihatmu tersenyum, bahkan ketika kamu mulai menari dengan senangnya di depan pohon yang tak pernah terlihat oleh orang lain. Aku senang, aku senang dengan kebodohan ini.

Sampai tulisan ini diketik, kamu masih tersenyum dengan beberapa anak kecil yang mendekatimu dan aku memerhatikanmu dari kejauhan. Tetaplah di sana, jangan sesekali kamu mendekatiku. Aku takut terlalu mencintaimu. Aku benar-benar tidak ingin memilikimu. Aku tidak ingin menjadi kekasihmu. Aku hanya ingin menikmati rasa ini. Sendiri di sini, di tempat ini.

Sekolah Pulau Tunda
 20 September 2018
Untuk teman yang ingin diwakilkan perasaannya melalui tulisan


1 comment: