Hari itu, tepatnya aku mengunjungi lagi teman lama setelah hampir sebulan kami tidak berbincang. Patrick namanya. Aku tak perlu menjelaskan ...

Seni tanpa Penghapus

Hari itu, tepatnya aku mengunjungi lagi teman lama setelah hampir sebulan kami tidak berbincang. Patrick namanya. Aku tak perlu menjelaskan lebih jauh Patrick itu siapa, kalian bisa mencari di setiap tulisanku dalam blog ini.

Setiap kali kami berdua bertemu dan sepakat untuk berbincang, ada saja cerita yang ingin dibagikan dengan sesama. Terutama bagaimana hari-hari yang kami lewati tanpa bersama. Ya, kami memang seperti itu. Menurutku ini agak berlebihan, namun ini juga yang membuatku semakin sadar bahwa aku tidak pernah sendirian.

"Bagaimana harimu? Menyenangkan?" Patrick memulai

"Seperti yang kau tahu, aku lebih banyak diam dan menikmati waktu sendiri" kataku

"Baik, aku harap kau senang dengan apa yang kau lakukan. Tapi, ada satu hal yang akan aku berikan kepadamu. Hasil karyaku. Mungkin jelek, tapi tolong disimpan" Patrick mulai serius

Aku sebenarnya agak tidak percaya dengan sikap Patrick pada saat itu. Aku pikir ia sudah berubah.

"Ini untukmu. Hanya selembar kertas dengan tulisan di atasnya"

Aku memerhatikan Patrick, Patrick memerhatikanku. Kami sama-sama diam, kosong.

Hari itu, kami tidak melakukan hal yang seperti biasanya kami lakukan. Bercanda, mengolok-olok satu sama lain, bahkan hingga salah satu ada yang marah itu seringkali terjadi. Hari itu memang benar berbeda, kosong, sangat kosong. Hadiah kertas dari Patrick juga tidak aku buka selama perjalanan menuju kos-ku. Karena pikiranku kosong dan tidak percaya dengan pertemuanku yang kosong itu.

Sampai di kos, aku mencoba untuk mengerti. Setiap orang punya mood yang tidak bisa diterka-terka. Mungkin hari itu, patrick sedang tidak enak badan atau apapun yang mungkin aku tidak mengerti.. Aku mulai menempel kertas yang diberikan Patrick ke sudut yang sepertinya masih kosong dengan tulisan. setelah kertas itu ditempel, aku memilih untuk rebahan di atas kasurku, melihat sekitar, dan menikmati musik yang keluar dari radio tuaku.

"Life is the art drawing without an eraser" aku melihat kalimat itu di kertas yang berikan oleh patrick. Aku mulai mencoba untuk menyelami lebih dalam apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Patrick. Apakah ini misi rahasia, motivasi, atau hanya sekadar tempelan belaka.

Setelah lama kupandangi, akhirnya aku menemukan apa yang sebenarnya ingin Patrick katakan kepadaku. Ya, dia ingin mengatakan bahwa waktu hanya ada 3: kemarin, hari ini, dan esok. Kehidupan mengikuti itu, setiap kegiatan yang kita lakukan adalah gambar-gambar yang sedang kita lukis, namun tidak tersedia penghapus untuk menghapus hari kemarin, atau sedetik yang sudah berlalu.

Patrick memang tahu betul apa yang sering aku alami akhir-akhir ini. Memikirkan masa lalu.

Setiap orang memang mempunyai masa lalunya masing-masing. Ada yang membekas, ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada yang mudah dilupakan. Terkadang, kebanyakan orang malah sering terjebak dalam kenangan masa lalu yang seringkali datang tanpa henti dan membuat kita susah untuk berjalan maju. Menurutku ini sangat menyiksa, mengubah ritme, dan membuat kehidupan tidak senyaman biasanya. Itu pula yang aku rasakan akhir-akhir ini. Ya, aku juga merasakannya.

Waktu memang senjata yang setiap saat bisa mematikanmu dari sudut manapun jika pikiranmu hanya berporos pada kenangan masa lalu yang buruk. Waktu susah untuk diajak kompromi walau sebentar. Mungkin kamu ingin mengajak berdamai, namun waktu bukan hal yang bisa diterka. Sulit, sulit sekali.

Bicara hidup, berarti bicara tentang perjalanan. Perjalan kehidupan setiap saat bisa naik atau turun, tergantung ketepatan waktu apakah ia bisa diajak kompromi denganmu. Waktu dan kehidupan memang dua hal yang saling berpegang erat. Jika salah satunya melepas, berarti kita sudah selesai.

Setiap orang wajib percaya bahwa reinkarnasi adalah hal yang memang benar-benar ada, karena ini adalah harapan satu-satunya bagi kaum yang merasa tertindas dengan kenangan masa lalu sepertiku, seperti kalian, seperti kita semua.

Selamat menempuh hidupmu yang baru. Hidup yang bebas dari kenangan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang baru dengan hati-hati. Karena "Hidup adalah seni lukis tanpa penghapus".



0 komentar: