Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu oleh semua orang muslim, tak terkecuali Patrick. Momen bulan Ramadhan yang datang hanya set...

Patrick, Pejuang Tangguh Sholat Tarawih

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu oleh semua orang muslim, tak terkecuali Patrick. Momen bulan Ramadhan yang datang hanya setahun sekali ini adalah waktu yang pas untuk mencari sebanyak-banyaknya pahala dan sebanyak-banyaknya kenalan perempuan komplek saat Sholat Tarawih. Kata Patrick: Sholat tarawih adalah waktu yang sangat indah dan tidak akan bisa kita nikmati berulang-ulang, karena semua bidadari komplek yang ga pernah keliatan bakal keliatan di masjid komplek saat sholat tarawih.


Ramadhan sudah memasuki malam ke 20, dan aku menaruh curiga sebenarnya dengan Patrick yang setiap sholat tarawih datang lebih awal dan pulang lebih akhir beberapa malam belakangan ini. Antusiasnya untuk datang mengalahkan anak kecil yang dibelikan es krim tok tok. Setelah aku telusuri, ternyata Patrick orang yang sesuai dengan omongannya tentang sholat tarawih di awal.

I (nama samaran) adalah gadis komplek yang kompleks, dan jarang keluar rumah. Diantara gadis lain, I adalah gadis yang Patrick taksir karena katanya kepadaku: I dengan mukena ungu seperti itu kecantikannya naik menjadi 1000%. I pula yang menjadi motivasi Patrick untuk datang lebih awal dan pulang lebih akhir saat sholat tarawih.

Di masjid komplek ini, agak susah untuk melihat perempuan yang ada di posisi belakang jemaah laki-laki. Bukan Patrick namanya jika tidak punya akal, ia duduk di serambi yang memang diperuntukan bagi jemaah laki-laki. Walaupun datang lebih dulu, patrick selalu mengambil posisi di serambi bagian belakang. itu yang aku perhatikan dan kalian pasti tahu alasannya. Ya, gadis bernama I.

Mungkin kalian akan berpikir juga bagaimana caranya Patrick bisa terbebas dari bapak-bapak yang selalu menyuruh untuk mengisi shaf paling depan agar tidak kosong. Cara Patrick ini termasuk unik, karena caranya adalah dengan membaca al-quran sampai jemaah laki-laki penuh dengan tidak beranjak dari tempat duduk yang sudah diduduki itu. Atau jika tidak ada alasan lain, udara segar di luar bisa jadi alternatif bagi Patrick agar lolos dari serangan bapak-bapak itu demi melihat gadis taksirannya.

Patrick juga pernah sesekali dipaksa agar duduk di depan, tapi toilet jadi tujuannya agar bisa tetap duduk di serambi belakang yang berseberangan langsung dengan shaf para jemaah perempuan. Dengan posisi yang sangat strategis seperti itu, Patrick bisa sangat leluasa curi-curi pandang ke arah jemaah perempaun yang mana di sana kita tahu ada gadis taksirannya.

Patrick juga pernah kepergok oleh seorang ibu-ibu ketika selesai sholat tarawih karena terlalu lama memandang barisan perempuan, katanya itu ga sopan. Bukan Patrick namanya kalau pantang menyerah dan tidak punya akal. Walaupun situasi sulit, sempit, berbahaya, curam, selalu ada cara ampuh untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Salah satunya adalah memanfaatkan gerakan menoleh ke kanan dan kiri. Setiap menoleh, Patrick selalu memanfaatkan situasi ini dengan menoleh sementok-mentoknya dan memanfaatkan waktu yang lama agar bisa melihat gadis I walau lehernya terkadang sakit.

Tidak jarang setelah pulang sholat tarawih Patrick menyempatkan memakai balsem di lehernya demi kenyamanan bersama karena sudah berjuang dengan keras. Semua dilakukan dengan mantap karena gadis incaran. Cukup sepadan menurutku dengan perjuangan yang begitu keras hingga setiap hari bisa menatap paras wajah gadis I itu.

Hari ini, Kemungkinan Patrick akan pulang kampung dan meninggalkan I di masjid dan bisa jadi I tidak akan dilihatnya selama 10 hari terakhir Ramadhan.

Tapi, Semoga tanpa adanya I di masjid rumahnya, Patrick tetap bisa bersemangat seperti saat di masjid komplek ini dan bisa menemukan gadis lain.

Duuuuhhh. Maaf kan Patrick ya Rab.

0 komentar: