Pada hari kamis (26/4/2017) aku mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Kapal Rainbow Warrior. Kapal legendaris milik organisasi non prof...

Kunjungan ke Kapal Rainbow Warrior Green Peace

Pada hari kamis (26/4/2017) aku mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Kapal Rainbow Warrior. Kapal legendaris milik organisasi non profit yang berdiri secara independen ini tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapal yang mengampanyekan kesehatan lingkungan ini datang pada hari senin (23/4/2018) dan menerima tamu setiap harinya untuk melihat isi kapal dan mengenal sejarah berdirinya kapal ini.

Penerimaan tamu dimulai pukul 09.00 WIB s/d 16.00 WIB di Pelabuhan Terminal Nusantara. Tamu yang datang bervariasi, mulai dari anak sekolah, komunitas, keluarga dan sendirian. iya sendirian. Kapal Rainbow Warrior tidak hanya berkunjung di Jakarta saja, melainkan keliling Indonesia sejak dua bulan yang lalu. Sebelum tiba di Jakarta, Kapal Rainbow Warrior lebih dulu berlabuh di Papua dan Bali untuk menyuarakan isu lingkungan. Isu lingkungan yang diangkat pada saat kampanye di Indonesia ini adalah tentang penyelamatan laut dan hutan, menyuarakan dukungan untuk energi terbarukan, isu tentang polusi udara, isu sampah plastik, dan menyuarakan merubah perilaku untuk menuju lingkungan yang lebih baik.

Kapal Rainbow Warrior yang kini keliling Indonesia merupakan kapal generasi ketiga. Kapal pertama ditenggelamkan oleh dinas rahasia Prancis di Pelabuhan Auckland, Selandia Baru, pada 10 Juli 1985 karena tidak setuju dengan pencobaan bom nuklir pada saat itu. Kapal kedua dipensiunkan pada 16 Agustus 2011 setelah dipakai selama 22 tahun dan diberikan kepada Bangladesh untuk dijadikan Rumah Sakit Terapung.

Kapal Rainbow Warrior generasi ketiga ini dinahkodai oleh Kapten Pete Wilcox dengan memiliki 15 kru tetap. Kru dalam kapal ini merupakan gabungan dari berbagai negara, dan terdapat 2 orang berkebangsaan Indonesia.

Kapal Ranbow Warrior ini adalah kapal yang ramah lingkungan karena disetiap sudutnya mengampanyekan lingkungan seperti alat gerak dari kapal ini. Kapal Rainbow warrior tidak menggunakan mesin sebagai pilihan utama dalam perjalanan, melainkan angin. Itu sebabnya kapal ini mempunyai layar yang menjulang keatas dengan panjang sekitar 55 meter. Jika angin tidak begitu baik dalam membawa perjalanan mereka, ada pilihan kedua yaitu menggunakan mesin dengan tenaga listrik, jika tidak memungkin juga, baru mesin dengan bahan bakar solar digunakan.

Selain mesin, kapal ini juga dilengkapi dengan tempat pengolahan limba serta penyaringan biologi untuk air bersih dan mampu mendaur ulang air kotor, jadi air yang sudah kita pakai kemungkinan akan bisa digunakan kembali karena ada penyaringan tersebut. 

Spesifikasi Raibow Warrior
*    Pelabuhan terdaftar: Amsterdam, Belanda
*    Jenis Kapal: Motor Sail yacht dengan dek helikopter mendarat
*    Kelas: Germanischer Lloyd, Notasi termasuk Paspor Hijau
*    Panjang Keseluruhan: 57.92m
*    Lebar (Max): 11.30m
*    Tinggi masuk kedalam air (Max): 5.15m
*    Udara Draft: 54.25m
*    Berat: 855
*    Berlayar Rig: Schooner Staysail, 2 Sebuah tiang frame dengan 5 layar
*    Sail Area: 1255 meter persegi
*    Layanan Kecepatan / Max Speed: 7 knot / 15 knot
*    Utama & Auxiliary Engine: Caterpillar, IMO Tier II Sertifikasi
*    Daya jelajah: 9.500 nm
*    Akomodasi: 30 orang  (sumber www.greenpeace.org)

1 comment: