Aku seorang mahasiswi di salah satu kampus negeri di Jogjakarta. Aku biasa dipanggil Neni oleh orang-orang di sekelilingku. Selama kuliah...

Hubungan di Ujung Tanduk, Bagaimana Menyelesaikannya?


Aku seorang mahasiswi di salah satu kampus negeri di Jogjakarta. Aku biasa dipanggil Neni oleh orang-orang di sekelilingku. Selama kuliah aku merasakan ada yang aneh dihubunganku dengan Gultom. Gultom adalah pacarku dari SMA sampai sekarang, walaupun kami akhirnya harus berpisah jarak karena beda kampus.

Pada awal pacaran, hubungan kami biasa-biasa saja, tidak ada yang salah. Akhir-akhir ini aku sering sekali tidak berkomunikasi dengan Gultom. Baik aku, maupun Gultom seakan enggan berkomunikasi satu sama lain. Padahal dulu  kami sering meluangkan waktu untuk sekedar menelpon saat malam. Setidaknya untuk saling menemani saat sendiri.

Aku merasa bahwa hubunganku sekarang sudah di ujung tanduk. Aku bingung apa yang harus aku lakukan selanjutnya, tetap bertahan atau mengikhlaskannya pergi?

Penerangan ***

Hai Neni yang sekarang sedang gundah gulana.

Aku melihat dari tulisanmu diatas, sebenarnya kamu sudah menemukan apa yang seharusnya kamu lakukan. Perihal cinta yang di ujung tanduk, aku juga pernah merasakan hal yang sama sepertimu. Ada banyak sekali alasan mengapa bisa terjadi demikian. Sedih, tapi mau bagaimana lagi?

Aku sebagai orang yang awam soal cinta berkeyakinan, pasti ada beberapa hal yang terjadi sebelum akhirnya hubungan kalian menjadi merenggang seperti ini. Mungkin saja pertengkaran? atau hanya sekedar rasa bosan?

Jika yang terjadi adalah pertengkaran, sebisa mungkin selesaikan dengan berbicara langsung dan bertemu di tempat yang menurut kalian paling nyaman. Karena walau bagaimanapun sebuah hubungan, ia tercipta dari dua orang yang saling menghargai dan menerima kekurangan. Jika tidak begitu, banyak sekali pasangan yang putus di tengah jalan.

Selama kalian masih mementingkan ego di dalam hubungan ini, yang kalian temui bukan indahnya suatu hubungan melainkan sebaliknya. Mungkin bisa jadi seperti hubungan kalian yang sekarang.

Jika penyebab hubungan kalian adalah karena rasa bosan, itu hanya ilusi pikiran yang sebenarnya kalian munculkan sendiri. Rasa bosan tidak datang pada beberapa orang saja, melainkan ke semua orang yang menurut otakmu membosankan karena ilusi pikiran yang kamu ciptakan sendiri. Karena ilusi bisa dimunculkan, pilihan ada di tangan kalian.

Hidup di dunia ini nyatanya singkat sekali. Berbahagialah dan rasakan kebahagiaan di setiap sudut kehidupanmu. Jangan biarkan dirimu atau perasaanmu terpenjara dalam keadaan yang tidak membahagiakan dan menutup dirimu menjadi pribadi yang selalu menyesal. Jika hubunganmu tidak sehat, tidak memberikan kebahagiaan, mendatangkan kegelisahan, kesedihan, cuma ada satu kata, tinggalkan.

Perihal jodoh, kita semua sudah mengetahui bahwa jodoh kita tidak akan tertukar oleh orang lain bagaimanapun keadaannya. Kita akan dipertemukan dengan cara yang tidak akan kita duga sebelumnya, mengalir begitu saja. Tentu jodoh kita akan memberikan kebahagiaan karena memang ia adalah pelengkap dari hidup kita.

Salam hangat,

0 komentar: