Salah satu hal yang paling aku tunggu ketika sore tiba adalah kepulangan Patrick dengan cerita-cerita menariknya setelah menghabiskan har...

Fase Cinta dari Keyboard Komputer


Salah satu hal yang paling aku tunggu ketika sore tiba adalah kepulangan Patrick dengan cerita-cerita menariknya setelah menghabiskan hari. Jika kalian pembaca blog ini, pasti mengetahui sifat dari Patrick yang suka bercerita dan terkadang apa yang dibicarakannya selalu menarik untuk ditulis.

Hari ini sepertinya Patrick agak telat pulang, entah apa yang sedang dikerjakan hingga hampir pukul 5 ini dia belum ada kamar. Tapi tak apa, pasti saat pulang ia membawakan cerita menarik untuk ku dengarkan.

Aku duduk di komputer sedari siang sekadar membunuh waktu agar tidak terlalu lama menunggu kepulangan temanku, biasanya aku menghabiskannya untuk nonton atau membaca cerita di blog yang menurutku asik untuk dibaca. Ya begitulah keseharianku untuk membuang waktu yang sebenarnya bisa aku manfaatkan untuk melakukan hal bermanfaat lainnya.

Patrick pulang, tidak mengetuk pintu, langsung menerkamku dari belakang dengan tujuan agar aku kaget dan jejingkrakan seperti cacing kena minyak. Aku kaget, tapi tidak begitu parah. Hanya menendang kaki meja komputer saja. Patrick senang karena tujuannya telah tercapai. Pertama, aku kaget, kedua, aku sakit.

Patrick lama berdiri disampingku, ia memerhatikan setiap gerakan tanganku yang aktif mengetik keyboard untuk mencari URL blog yang ingin aku tuju, namun tidak aku dapatkan. Tak lama berselang ia bersuara "Apa yang kamu cari?" tanya Patrick. Aku diam. Ia menanyakannya kembali. Dengan berat hati harus ku jawab "Aku sedang mencari blog". Ia terdiam.

"Eh, kamu liat ada yang aneh ga di keyboarmu?" Patrick bertanya lagi.

"Tidak ada sih" Jawabku ketus.

Sambil menunjuk, Patrick berbicara "Coba kamu liat di keyboardmu ada 6 tombol yang menurutku unik sekali"

Aku hanya diam dan melanjutkan pencarianku.

"Disana aku melihat tombol-tombol itu bercahaya seakan ingin berbicara padaku. kamu merasakannya ga?" tanya Patrick antusias.

"Oh yah? Aku ga liat sih, coba kamu dengerin mereka ngomong apa, kali aja ada yang bagus" Jawabku.

"Boleh aku pinjam keyboardmu?" Patrick mengambilnya tanpa ada persetujuan dariku. Keyboard sudah diambil, pencarianku berhenti sampai disitu. Mau tidak mau aku harus mendengarkan Patrick bicara ketika sudah mendapatkan apa yang keyboard itu sampaikan.

Patrick diam, khusyu sekali mendengarkan keyboard itu yang menempel persis di kuping kanannya. Aku menunggu sekitar 15 menit dan Patrick melompat dengan girang sekali. Ia mulai bercerita dan aku mendengarkannya.

"Kata keyboard tadi, aku adalah dewa asmara yang setiap kali aku jalan aku di kelilingi oleh cinta. Aku membenarkan hal itu karena setiap aku harus putus dengan pacarku, keesokannya aku sudah dapat pacar lagi" kata Patrick percaya diri.

"Diawal, aku mendengarkan mereka, 6 tombol itu saling berebut untuk didengarkan, jadi aku harus memutuskan nomor antrean untuk mereka. Insert, Page Up, Page Down, Home, End, Delete, itu antrean yang aku sepakati sendiri walaupun sebelum itu Home sudah menjelaskan bahwa mereka berenam ingin menginformasikan fase-fase yang terjadi pada saat orang jatuh cinta." kata Patrick menegaskan.

Insert bercerita : Setiap orang yang melewati fase ini, adalah orang yang paling bahagia di muka bumi. Fase yang bisa disebut sebagai fase perkenalan. Perkenalan disini adalah dengan lawan jenis, baik melalui media sosial atau dengan tatap langsung. Alasan INSERT bercerita seperti itu adalah karena ia fase dimana kita membuka ruang untuk mengenal satu sama lain dan saling melengkapi.

Giliran kedua Page Up dan Page Down : Mereka berebut menjelaskan bahwa fase selanjutnya adalah naik-turunnya hubungan ketika sudah melewati fase INSERT. Disini, biasanya pasangan akan merasakan banyak hal yang bergejolak dalam dirinya. Saat Page Up, mereka bisa saling bermesraan sejadi-jadinya. Namun saat Page Down, kalian merasa bahwa apapun yang dilakukan pasangan kita itu adalah salah besar. Kadang masalah sepeleh bisa jadi menjadi perpecahan dan berakhir.

Giliran ketiga Home, End, dan Delete berebut : Dalam setiap hubungan, sebenarnya akan berakhir, Putus atau menikah. Delete menjelaskan bahwa jika putus, maka yang akan terjadi adalah saling menghapus semua kenangan yang ada seakan tidak pernah kenal dan menjalin hubungan yang baru lagi dengan INSERT.

End tidak mau kalah dalam menyampaikan, bahwa ini lebih parah daripada Delete. Jika delete hanya menghapus kenangan, End berarti semuanya sudah berakhir, ya berakhir.

Home menyangkal. Jika hubungan dengan Delete dan End berakhir dengan begitu tragis, Home menjadikan pasangan itu seakan "Rumah" dimana ia akan menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat. Bagaimanapun wujudnya, pasti nyaman dan ingin segera kembali. Dalam rumah, tidak hanya istirahat, terkadang berbagi kebahagiaan, mengadu, saling tukar cerita, dan bahkan saling tukar rasa bisa terjadi.

Patrick kemudian diam setelah menjelaskan seperti itu. Ia tidak berbicara satu katapun, hanya melihat keyboard yang ada di depannya. Aku mencoba menggoda Patrick, namun tidak berhasil. Patrick mengambil keyboardnya, kemudian menempelkannya kembali ke telinga kanannya.

Sekitar 5 Menit Patrick mendengarkan ocehan keyboard itu, ia meleparkannya ke dinding dengan begitu kerasnya. Aku bangun dari kursi dan mengambil keyboard yang menurutku akan rusak. Aku bertanya pada Patrick "Apa yang mereka ucapkan sehingga kamu kesal dan melempar keyboard ini?"

"Semua tombol yang ada di keyboard berbicara kepadaku hingga kupingku sakit sekali mendengarkan mereka. Mereka berebut ingin bercerita juga mengenai fase yang sudah 6 tombol itu ceritakan. Mereka tidak ingin kalah saing, karena mereka yakin fase mereka juga berguna bagi kehidupan manusia" kata Patrick sambil mengeluarkan udara panas dari hidungnya.

"Aku lempar mereka karena tidak ada yang butuh dijelaskan lagi. Karena perkara cinta memang pelik" Sambil berteriak, Patrick meninggalkanku sendirian dengan keyboard di tanganku.

0 komentar: