Berwisata diakhir pekan menjadi hal yang sangat dinanti dan dirindukan oleh setiap orang. Untuk warga Jakarta mungkin tidak asing lagi jika...

One Day Trip Kepulauan Seribu dan Menggali Situs Sejarahnya yang Mengagumkan

Berwisata diakhir pekan menjadi hal yang sangat dinanti dan dirindukan oleh setiap orang. Untuk warga Jakarta mungkin tidak asing lagi jika mendengar kepulauan seribu sebagai destinasi wisata yang murah dan menyenangkan.

Tapi tahukah kalian jika ada destinasi wisata sejarah di kepulauan seribu dengan biaya yang sangat terjangkau? Ya betul sekali "One Day Trip Kepulauan Seribu".

Jembatan Pulau Cipir
One Day Trip adalah wisata murah yang menurutku worth it banget untuk kalian anak muda maupun yang sudah berkeluarga untuk menghabiskan akhir pekan dengan biaya yang murah tapi tidak murahan, hanya 85k - 120k /orang. Untuk One Day Trip ini, sangat disarankan untuk ikut dengan open trip yang ada di EO Travel penyedia trip ini atau jika kalian ingin backpackeran juga boleh-boleh saja. Dalam satu hari kalian akan disuguhkan oleh pemandangan dan sejarah zaman belanda yang menarik dari setiap pulau yang akan kalian kunjungi yaitu Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust

Akses Menuju Pulau


Kamal muara ada meeting point untuk menuju Pulau-pulau yang sudah disebutkan diatas. Mengapa Kamal Muara? Karena akses, lebih dekat dan terlindung dari besarnya ombak. Untuk mencapai kamal muara kalian bisa menuju Stasiun Kota jika hendak menggunakan kereta lalu dilanjutkan dengan ojek online atau angkot. Jika ingin menggunakan kendaraan pribadipun bisa karena di Kamal Muara ada parkiran yang diperuntukan bagi wisatawan.
Stasiun Kota
Untuk akses menuju 3 Pulau tersebut, sebaiknya kalian sampai di Kamal Muara pukul 08.00 WIB maksimal karena banyak sekali pemberangkatan sedari pagi menuju 3 Pulau tersebut. Jika kalian ikut open trip atau private trip jangan khawatir untuk terlambat, karena biasanya pihak penyedia jasa sudah mempersiapkan kapalnya.
Pelabuhan Kamal Muara + Kapal menuju 3 Pulau
Perjalan menuju 3 pulau tersebut memakan waktu paling lama adalah masing-masing setengah jam. Jadi bagi kalian yang mabuk laut tidak perlu khawatir untuk berlibur kesini.

Potret di atas Kapal
 
Pulau Kelor 


Potret dari Dermaga Pulau Kelor
Pulau kelor adalah pulau pertama yang akan kalian kunjungi jika mengikuti One Day Trip ini. Berangkat dari Kamal Muara pukul 08.00 WIB dan sampai sekitar pukul 08.30 WIB. Agenda yang bisa kalian lakukan di Pulau Kelor ini adalah mengunjungi Benteng Martello buatan belanda ini.

Dalam Benteng Martello
Benteng Martello adalah salah satu situs sejarah peninggalan yang dahulu sempat difungsikan sebagai benteng pertahanan pertama karena pada zaman belanda masih menggunakan transportasi air. Setelah Jepang datang, baru penggunaan transportasi udara difungsikan. Untuk lebih detail tentang Benteng Martello bisa kalian lihat disini.


Hamparan Pasir di Pulau Kelor
Selain Benteng, Pulau Kelor juga menyimpan ke-eksotisannya dengan hamparan pasir putih yang benar-benar mempesona. Setiap wisatawan yang datang tidak akan melewatkan kesempatan ini karena untuk hamparan pasir luas hanya didapatkan di Pulau ini saja.

Untuk explore Pulau Kelor kita diberi waktu hanya sampai pukul 11.00 WIB atau setelat-telatnya adalah pukul 12.00 WIB karena harus mengeksplorasi di Pulau Onrust setelahnya.

Pulau Onrust


Tugu Pulau Onrust
Setelah lepas dari Pulau Kelor, Pulau Onrust adalah pulau kedua yang kita bisa jelajahi. Di pulau ini biasanya wisatawan banyak menghabiskan waktu untuk sholat (bagi yang muslim) atau sekedar beristirahat karena di Pulau ini pepohonan sangat rindang dan udaranya juga cukup sejuk. Waktu yang diberikan untuk mengeksplorasi pulau ini mulai dari tiba hingga Pukul 16.00 WIB paling telat karena harus melanjutkan kembali ke Pulau cipir untuk berenang, bermain watersport atau sekedar menunggu sunset.
Bangunan bekas Asrama Haji
Di pulau Onrust ini kalian bisa melihat banyak bangunan yang tidak terlihat lagi bentuknya yang merupakan Asrama Haji sebelum adanya Asrama Haji di Pondok Gede. Karena pada Zaman Belanda transportasi hanya laut, maka Asrama Haji dibuat di Pulau ini. Selain Asrama, ada juga terowongan bawah tanah yang bisa kalian lihat di tengah-tengah pulau ini.

Terowongan Bawah Tanah
Makam Belanda
Selain itu di arah utara juga masih ada Museum penjara dan kuburan Belanda yang masih asli bangunannya. Tidak ada renovasi dari pihak pengelola karena tidak ingin menghilangkan estetika sejarah masa lampau yang ada. Di ujung pulau sebelah barat kalian bisa melihat ada makam keramat yang diduga adalah makam Kartosuwiryo. Namun penjaga tidak percaya dan bercerita bahwa makam kartosuwiryo ada di Pulau Ubi.

Makam Keramat
Jika kalian ingin mengetahui lebih dalam tentang pulau ini, kalian bisa bertanya kepada pengelola yang berada di dalam setiap museum yang bisa kalian kunjungi di Pulau ini.

Pulau Cipir
Pantai Pulau Cipir
Pulau Cipir adalah pulau terakhir sebagai destinasi wisata sejarah dan jalan-jalan. Bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau ini, selain dengan keindahan pemandangannya juga ada yang menarik hati yaitu situs sejarah Rumah Sakit Asrama Haji yang masih terlihat bangunannya hingga kamar mandi dan toiletnya.


Rumah Sakit Haji
Di Pulau ini kalian bisa menghabiskan waktu untuk bermain air, mencoba watersport atau sekedar berfoto menunggu sunset. Jika kalian ingin cepat pulang juga tidak masalah karena banyak pula wisatawan yang pulang sebelum melihat sunset.
Sunset di Pulau Cipir

Foto dari Dermaga Cipir
Ada pemandangan yang indah namun merusak di pulau ini yaitu pelepasan lampion. Untuk kalian yang berkunjung ke pulau ini disarankan agar tidak membawa lampion dan menolak jika ditawarkan oleh siapapun. Memang cantik tapi itu merusak.

Lampion itu merusak

Cek video di bawah untuk melihat perjalanan serunya :)

5 comments:

  1. Wow, bisa jadi referensi tempat untuk travelling nanti. Terima kasih, postingannya sangat membantu

    ReplyDelete
  2. jadi mau maen ke pulau seribu ngeliat keindahan pulau dan pantainya

    ReplyDelete
  3. Enaknya liburan bareng doinya.


    YUK KLIK LINK DI BAWAH INI SEKARANG!!!!

    Ton Nasa

    ReplyDelete