Aku Astri, sebut saja begitu. Permasalahan cintaku begitu pelik sejak 2 tahun yang lalu. Aku merasa kehidupanku tidak berputar, hanya dia...

Menerima Cinta yang Lama Tidak Salah. Karena Setiap Momen adalah Pembelajaran


Aku Astri, sebut saja begitu. Permasalahan cintaku begitu pelik sejak 2 tahun yang lalu. Aku merasa kehidupanku tidak berputar, hanya diam dan tidak ada perubahan yang signifikan dari segi apapun. Aku punya kekasih, sudah 2 tahun menjalani kisah berdua. Entah kenapa aku merasa bosan dengan status dan kehidupan yang aku jalani sekarang. Aku berpikir bahwa sekarang aku hanya marmut yang sudah berjalan ribuan langkah tapi hanya diam saja dan cape dengan sendirinya.

Pacarku orangnya pendiam, rajin, bijaksana. Itu awal pertama aku kenal dengannya. Tapi lambat laun, makin lama aku kenal ternyata dia tak seperti yang aku bayangkan. Kami sempat putus karena ada sedikit kejanggalan menurutku dan itu benar adanya, ia selingkuh. Aku melihatnya jalan dengan cewe lain yang tak pernah ku lihat sebelumnya. Kami pisah dengan belum sempat mengatakan putus dan aku tidak pernah membalas semua chat dan telponnya.

3 bulan setelah tidak adanya komunikasi, dia menelponku kembali dan meminta bertemu untuk sekedar silaturahmi. Aku setujui dengan keraguan. Ternyata benar, ia memintaku kembali dan akupun luluh dengan itu karena memang aku masih cinta sampai sekarang.

Tepat saat aku menuliskan pertanyaan ini, Aku merasa gundah seperti 3 bulan yang lalu. Apa yang harus aku perbuat?

Penerangan ***

Hay Astri.
Mungkin bagimu ini pelik. Tapi jika kamu bisa tegas dengan dirimu sendiri ini akan lebih mudah untuk dijalani.
Perkara cinta dan mencintai itu memang perkara yang sulit ditebak. Karena cinta dan mencintai itu dibangun dengan rasa, bukan terjadi begitu saja.

Cinta yang telah dipupuk lama berdua bukan jaminan akan bertahan dengan status bahagia. Mungkin bisa saja kebalikannya. Karena setiap yang ada di dunia ini tidak ada yang bisa kita tebak. Terutama tentang cinta yang meninggalkan atau cinta yang bercabang.

Aku jadi teringat dengan teman lelakiku yang mempunyai cerita sama persis denganmu. Ia punya pacar namun rasanya tidak punya. Pacarnya sering sekali diantar oleh cowo lain karena alasan rumah mereka saling berdekatan atau sekedar kerja kelompok karena tugas kuliah yang sangat berat. Muak? Sudah pasti. Tapi semuanya dijalani dengan baik oleh temanku. Sempat putus karena memang sudah tidak kuat lagi namun akhirnya ia tidak bisa lepas dengan perempuan yang ia cintai itu hingga sekarang status mereka tetap pacaran.

Dari cerita temanku, aku banyak belajar bahwa memang terkadang cinta itu serba salah jika tidak diperlakukan dengan baik. Setiap manusia diberikan cinta yang sama, namun ada beberapa manusia yang menggunakannya dengan salah.

Mencintai orang setelah disakiti bukan hal yang salah. Bisa jadi ia akan merubah sikapnya dan menyadari kesadarannya. Jika sudah berulang kali dilakukan tidak ada kata lain untuk memutuskan dengan bukti yang valid.

Jika ingin bersama kembali, Jangan terlalu cinta, kamu akan mudah kecewa dengan hal itu. Setidaknya kejadian pertama dijadikan pelajaran dan seterusnya agar waspada.

Cinta itu sungguh suci. Jangan memberikan cinta sucimu kepada orang yang salah. Sesuatu yang awalnya pergi dan kembali, tidak akan sama lagi rasanya. Hambar.

Aku selalu berprinsip ketika aku kecewa dan jenuh dengan semuanya. Kecewa sekali pada orang yang kita sayang adalah kesalahannya, tapi jika sudah kecewa dua kali, itu adalah kesalahan kita.  Belajarlah dari apapun yang membuatmu mengerti tentang hal itu.

Berharap pada manusia tidak akan ada ujungnya. Karena isinya hanya rasa kecewa.

0 komentar: