Ditemani kopi dan pertunjukan yang memukau dari timnas indonesia malam ini membuat otakku menjadi encer dan tangan-tangan ini menjadi gat...

Secangkir Kopi dan Pemimpin


Ditemani kopi dan pertunjukan yang memukau dari timnas indonesia malam ini membuat otakku menjadi encer dan tangan-tangan ini menjadi gatal sekali ingin menulis. bukan, bukan menulis tentang euforia kemenangan indonesia atas thailand tetapi menulis tentang pemimpin yang akhir-akhir ini sedang marak-maraknya dibicarakan, mulai dari pemimpin daerah sampai pemimpin didalam kampus dari berbagai organisasipun ikut menyemarakkan dalam hal pembicaraan ini.

Entah kenapa pembahasan mengenai pemimpin malam ini begitu bergejolak di atas kepalaku, dan memang aku akui, tak kuasa aku menahan gejolak ini hingga akhirnya tanganku menari diatas keyboard panas laptopku ini dan ditemani kopi hangat yang meluncur ditenggorokan.

Mungkin kita sudah mengerti apa artinya pemimpin dan bahkan untuk skala sekolahpun anak SMP dengan ciamiknya dapat menjawab apa arti pemimpin itu.

Seorang kakak bertanya kepada adik kelas 2 Smp setelah mengikuti LDKS di sekolahnya, Apa arti pemimpin? Ada yang bisa jawab?
Kemudian Si X menjawab dengan lantang.
Menurut saya, Pemimpin adalah orang yang bisa menjadi panutan bagi bawahannya kak.

Ya dari percakapan singkat diatas kita bisa sama-sama menyimpulkan bahwa untuk skala anak SMP pun arti pemimpin sudah sangat familiar dikepala, tapi mengapa sih karakter pemimpin sekarang banyak sekali yang wajib kita tahu dalam pengertiannya yang semakin meluas ini? Jawabannya hanyalah satu bagaimana kita dapat dengan tepat menaruh hati dan kepercayaan kepada orang kita pilih ( Pemimpin ). Ya benar semua tergantung pada kita (pemilih).

Pemilih disini adalah pemegang kekuasaan tertinggi atas seorang pemimpin, karena tanpa adanya pemilih maka pemimpinpun tak akan ada, jika kita menginginkan pemimpin dengan karakter A namun teman kita menginginkan pemimpin dengan karakter B ini sudah menjadi sebuah kebiasaan yang sering kita temui, memang sudah kita tahu bahwa setiap orang yang menjadi pemimpin bukanlah orang yang 100% sempurna. oleh karena itu kita wajib memastikan bahwa pemimpin yang kita pilih adalah orang yang benar-benar bisa memegang kepercayaan kita.

Namun pada saat ini yang menjadi pertanyaan terbesar dari permasalahan diatas adalah, sudah kah kita ini mengerti bagaimana mendapatkan seorang pemimpin yang baik agar yang kita inginkan menjadi benar-benar terwujud dan tak ada saling sikut menyikut dalam hal apapun serta yang paling terpenting adalah tak ada makna terselubung tentang kepentingan pribadi yang belakangan ini menjadi momok paling menakutkan bagi setiap kalangan pemilih.

Sebenarnya ini sangat cocok dengan apa yang sedang aku pegang dan aku nikmati ketika membuat tulisan ini, yaitu "Secangkir Kopi".

Dalam secangkir kopi dimanapun ia berada akan terasa nikmat jika dinikmati dengan hati yang tentram dan juga menjadi minuman sejuta umat yang begitu menyenangkan serta mempersatukan perbedaan. sebenarnya ini adalah makna terselubung juga dari pembuatan secangkir kopi, tetapi perlu kalian ketahui bahwa makna terselubung sebuah kopi bukan untuk kepentingan sendiri melainkan untuk kepentingan umat yaitu mempersatukan.

Entah kenapa akhir-akhir ini aku menjadi begitu fanatik akan secangkir kopi, bukan karena rasanya, bukan karena warnanya melainkan karena cara pemrosesannya. kopi memang begitu indah dalam hal pemrosesannya, begitu banyak cara untuk menciptakan sebuah kopi yang begitu nikmat untuk diminum tapi yah ada yang harus kalian tau terlebih dahulu bahwa secangkir kopi yang nikmat mempunyai jalan cerita yang panjang dan begitu banyak kegagalan dan keringat yang keluarkan. Sama dengan pemimpin yang akan kalian pilih.

Aku jadi teringat dengan kutipan seseorang yang bunyinya seperti ini
" Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi yah tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kau sembunyikan" - Dee -

Ya memang kutipan diatas adalah tentang kopi, tapi aku yakin kalian pasti bisa mengertinya dengan konteks seorang pemimpin.


Ditulis Di Kamar Kosan 
Jakarta, 14 Desember 2016
21.38 WIB - Ditemani dengan suara lirih kipas angin

6 comments:

  1. Hi Bang Randi!
    Keren tulisannya. Muncul korelasi antara sosok pemimpin dan secangkir kopi. Hehe. Saran sih kalau next time mau posting lagi utk diperhatikan lg tanda baca dan EYD nya, krna tulisan yg bagus bukan sekedar isi dan gagasan utamanya aja yg penting tp struktur, tanda baca, EYD juga hrus d perhatikan spy pembaca merasa nyaman ketika menscaning huruf demi huruf yang telah di tulis. Ini yg mungkin sulit bagi para blogger hehe, termasuk sy juga masih bnyak kekuarangan dlm pemakaian kaidah dan tanda baca. Secara keseluruhan, Bagus!
    Keep wiriting!

    Kalau sempat, boleh banget buat kunjungi blog saya ya. Di Londfesh.com.

    Salam blogger! Sukses. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih siap bang.

      Terimakasih yah atas kunjungan dan sarannya :)

      Delete
  2. Hai, Randi!
    Kusuka analogi yang kamu buat di dalam tulisan ini. Soal kepemimpinan dan secangkir kopi. Tapi saran sedikit, kamu kayaknya mesti belajar menulis yang lebih rapi. Idemu brilian, tapi penyampaiannya masih sedikit berantakan. Coba pakai metode mind map untuk tulisanmu dulu. Sehingga ada pola yang jelas. Dan jangan lupa perhatikan EBI dalam penulisanmu, supaya lebih cantik.
    Good job, Randi. Keep writing! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ka atas sarannya. insya allah nanti bakal di pelajari dari segi tulis menulisnya :)

      Delete