Kali ini aku ingin bercerita tentang pengalamanku tempo hari, jujur ini pertama kalinya aku bertemu dengan seorang bapak secerdas itu. se...

Mengambil Pemikiran Bijaksana Dari Seorang Pedagang


Kali ini aku ingin bercerita tentang pengalamanku tempo hari, jujur ini pertama kalinya aku bertemu dengan seorang bapak secerdas itu. setelah lama berkelana dengan kuliner diindonesia yah baru kali ini aku disuguhkan dengan cerita-cerita menabjubkan. seorang bapak yang tak kenal lelah dan berpikiran sederhana namun bijaksana ini mungkin menjadi sorotan setiap orang jika bertemu dengannya.

Malam itu sekitar jam 22.30 kami mulai dipertemukan, ya memang bapak ini agak pendiam namun yah seperti kata pepatah, " Biasanya orang pendiam jika sudah mengeluarkan kemampuannya itu kita bisa menjadi tercengang, ya tercengang" .. ya memang hari itu terbukti bahwa pepatah ini menunjukkan kebenarannya.

Pertanyaan-pertanyaan yang aku lontarkan yah seperti biasanya mengenal seorang bapak ini namun ketika pertanyaanku mulai habis bapak ini malah menceritakan ceritanya dalam menjual mie ayam sejak awal karirnya.

Perjalanan bapak ini dimulai denganmenjual mie ayam yang berkeliling dengan gerobak, pada masa itu bisa dibilang ia sukses berdagang karena pelanggan yang lumayan banyak dari daerah sekitarnya, perjalanannya dengan gerobak mie ayam ini tak kunjung lama karena ia memikirkan hal yang lain dan mencoba keluar dari zona nyamannya yaitu mencoba tetap menggunakan gerobak namun kondisi sekarang tidak lagi berjalan, ia mencoba dengan mangkal gerobaknya di suatu tempat yang menurut kita bahkan tidak etis jika ia tidak berkeliling karena jika kondisinya seperti itu pembelilah yang akan mendatangkan penjual, dan kemungkinan besar bahwa mie ayamnya tidak akan laku karena pelanggan sebelumnya sudah mengetahui jadwal keliling dari sibapak ini. Namun yang terjadi malah sebaliknya, bapak ini diberikan rejeki lebih dari pangkalan mie ayamnya dan ia bilang:

" Ternyata berjualan mangkal lebih enak dan pembeli pun tidak bingung ketika ia ingin makan mie ayam tinggal mencari ke pangkalan, jika saya keliling pembeli hanya mengandalkan moodnya saja untuk membeli, jika saya datang moodnya tidak enak dia tidak akan beli dan saya pergi sedangkan moodnya enak dia akan susah menemukan saya "

Karirnya di mulai kembali dengan menyewa ruangan yang tak besar namun cukup untuk sekedar memberikan tempat duduk yang nyaman dengan pelanggannya. aku mulai nakal ketika mengetahui kesuksesan bapak ini dalam berjualan dan mulai bertanya sedikit mengapa bisa sampai penjualannya itu skala besar dari mie ayam saja, ia menjawabnya dengan bijak

" Awal saya berjualan saya selalu memikirkan apa yang harus berbeda dari mie ayam saya dengan orang lain, ya sekilas dari mata memang perbedaannya sedikit yah mas, namun lidah ga akan pernah bohong, ketika orang lain menjual mie ayam maka saya menjual rasa mie ayam, kalau saya jual mie ayam setiap gang juga pasti ada yang jual mas, tapi kalau saya jual rasa mie ayam maka orang yang uda suka rasanya bakal balik dan kemungkinan besar iklankan mie ayam saya tanpa harus saya bayar."

 Saya tercengang lagi dengan pernyataan seperti dan sekaligus belajar akan hal itu, ketika sudah mengetahuinya aku mulai nakal dan bertanya lebih mendalam lagi tentang harga dan se spesial apakah mie ayam bapak ini. dan ia menjawab dengan tenang

" Yang pertama kali yang berbeda adalah cabai dek, kalau orang lain itu cabai yang bisa dibilang kualitas rendah masih dipakai kalau saya ga mau karena bisa ngerusak citra dari mie ayam, yang kedua saya kalau motong ayamnya itu potongannya gakecil jadi agak besar biar dimakan ama pelanggan juga berasa, yang ketika saya berjualan juga sambil bersedekah dek, contoh waktu itu saya pernah ditanya perihal harga sama seorang pelanggan saya. " pak bapak jualan harga segini apa ga rugi?" saya jawab aja dek saya mau sekalian sedekah pak, kalau orang lain jualan nyari untung yah saya untung tetap ada yah sedekah juga jalan, kalau orang lain jual harga 12.000 atau 13.000 yah berarti mas bayar 10.000 sama saya 2.000nya saya sedekahkan tanpa orang itu tau dan tanpa saya merasa besar mas. " keren pak, makasih yah " kata pelanggan saya"

" Saya juga mengerti sekarang dek ketika jaman sudah modern ilmu kemodernan juga bisa dipakai dengan sistem amalan, contohnya sekarang siapa sih yang ga tau kredit?motor kredit, mobil kredit, rumah kredit, baju kredit semuanya serba kredit, nah dalam amalan sedekah juga seharusnya kita mengerti sistem kredit ini, kan kebanyakan orang sedekah langsung banyak dan jika ga ada yah berarti ga sedekah, kalau saya ga dek, mulai dari mie ayam saya sampai kalau kita ketoilet kalau bisa sedekah juga jalan yah walaupun sedikit, contoh wc umum harganya 2000 kita kasih 5000 juga uda termasuk sedekah"

" Ya memang dek jika kita mengaitkan dunia kita dengan akhirat itu indah dan banyak caranya."

Ditulis di Kosan 
Jakarta, 04- 12 - 2016 
07.00 WIB - Ditemani jaket kehangatan

1 comment: