Dijaman serba modern ini adalah jaman dimana semua orang bebas berkoar di media sosial dengan tak memikirkan apapun, dulu kita mengena...

Ketika Menjadi Orang Netral Di anggap Sebagai Pendosa




Dijaman serba modern ini adalah jaman dimana semua orang bebas berkoar di media sosial dengan tak memikirkan apapun, dulu kita mengenal diary yang setiap hari bisa kita bawa-bawa dan bisa kita ajak tidur sampai-sampai jika tidak ada kerjaan kita mewajibkan diri untuk membaca diary tersebut. Namun tidak demikian dengan jaman uedan sekarang ini, semua diary ditulis di fesbuk, di pet, di instagram, tuwiter juga. pokonya semuanya deh, seakan semua orang harus tau kesibukan kita dsi hati pun wajib nian orang lain tau, contohnya kalau lagi sedih, semua di akunnya akan bersedih, jika sedang gembira, semua akunnya akan bergembira.. oalah pusing aku mikirinnya.

Berakar dari media sosial yang tak kunjung usai pembahasan ini akan di lahirkan, begitu banyak kejadian di media sosial yang seakan menjadi viral sekali, dan ketika teman kita ada yang tidak mengetahui tentang itu maka kita bebas memberikan cap kepada dia yaitu "Gaptek, Cupu, Kuper" dan lainnya yang bisa dibilang sakit bagi penerima dan memberikan kepuasan bagi yang melontarkan. oh kejam kali kau nak.

Kita mengetahui begitu banyak fenomena yang bertebaran di tahun sekarang, contohnya seperti yang akhir-akhir ini viral adalah inisial SR (makanan super bagi penikmatnya) yang sekarang sangat melonjak turun dalam penjualannya karena konfirmasi yang bagi sebagian orang adalah kehinaan ketika kita berbuat netral, ya seperti inilah kita, ketika kita berpihak pada satu maka menurut kita itu adalah sebuah kebenaran, dan ketika teman kita tidak berpihak kemanapun di bilang pendukung sebelah dan sebelahnya lagi dan begitu seterusnya suudzon ini akan terus berkembang.

Ada yang lucu sebenarnya dari cerita SR ini. mungkin semua teman-teman sudah tau perihal aksi 212 kemarin yang marak sekali di bicarakan bahwa perusahaan SR itu baik hati karena telah menyumbangkan SRnya untuk orang-orang yang mengikuti aksi tersebut. ternyata usut punya usut ada konfirmasi terkait SR ini yang menyatakan bahwa pihak SR tidak menggratiskan barang dagangannya dikarenakan pihak perusahaan "tidak ingin dagangannya berbau politik dan SR akan menjaga keutuhan NKRI serta Bhinekka tunggal ika". wadoh ternyata dari sebuah kata yang bisa kita garis bawahi ini membuat seantero indonesia bisa membeci SR ini? Wadoh ko bisa yah? ya mungkin balik lagi kejudulnya. hehehehe dari perkataan yang seperti itu saja banyak netizen yang menganggap bahwa SR adalah konspirasi dari orang kafir.

Warbyazah kalau kata Axis mah...

Sebenarnya apa yang kita lakukan setidaknya harus mengetahui dampak buruk dari apa yang akan terjadi kedepannya.

Setelah di telaah ternyata begitu banyak saudara kita yang kelaparan perihal pekerjaannya sebagai penjual produk SR ini di boikot oleh orang-orang yang menganggap dirinya benar. kasihan orang yang netral seperti ini.

Perlu di garis bawahi, Netral dan Diamnya seseorang bukan berarti mereka seorang pendosa.. Melainkan ia adalah seorang yang berpikir sebelum bertindak.

Ditulis di Kamar Kosan 
Jakarta, 09 Desember 2016
22.03 WIB - Ditemani Lagu All I Ask

0 komentar: