Amanah itu (ga) Berat Minggu ini diperjalananku adalah minggu yang bertajuk mengenai amanah, entah kenapa aku selalu saja diiringi den...

Hey Kamu, Dapat Salam Dari Amanah Yang Dulu Pernah Kamu Sanggupi

Amanah
Amanah itu (ga) Berat

Minggu ini diperjalananku adalah minggu yang bertajuk mengenai amanah, entah kenapa aku selalu saja diiringi dengan perkataan itu setiap perjalananku, dikampus, di masjid, di jalanan, di pendopo bahkan dikelas sekalipun kata ini selalu terngiang di telingaku hingga akhirnya aku berfikir dan sedikit mengulas di postingan blog ku kali ini. 

Amanah atau biasanya orang menyebutnya itu sebagai kewajiban, sesuatu yang berat, alat untuk bermain, menaikkan reputasi, percobaan dan bahkan masih banyak lagi yang lainnya, tergantung seseorang menamakan dan menganggap amanah ini sebagai apa, ya sudah barang tentu amanah itu tidak pernah di emban untuk bermain-main, untuk menaikan reputasi jika memang si pemegang amanah adalah orang yang benar-benar mengerti. 

Jika berbicara mengenai amanah memang ini adalah salah satu kaidah yang paling rumit dalam kehidupan manusia, mulai dari kita kecil hingga kelak menemui ajal amanah yang di emban itu sudah ada, jadi tinggal kita saja yang memang benar-benar menjalankannya dengan baik dan benar. tatkala banyak bisikan dari luar karena ya memang sesuatu yang santai itu lebih menggoda dan selalu berakhir menjerumuskan. 

Aku jadi ingat satu hadist yang berbicara mengenai amanah ini, Rasulullah Saw Bersabda :

Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak menjaga amanah (HR. Ahmad 3/135, Ibnu Habban 194, dishahihkan oleh syaikh Al albani dalam shahihul jaami)
 Berbicara mengenai amanah pun kita bisa kaitkan dengan seberapa kuat iman yang kita miliki, seperti yang sudah kita mengerti bahwa iman itu ibarat sebuah layangan yang sedang terbang, semakin ia tinggi maka godaan dari sang angin akan lebih kencang lagi, tapi ketika iman kita kuat dan amanah yang kita emban tak dijaga maka yang terjadi adalah seperti hadist yang sudah saya tuliskan diatas, maka jangan sekali-kali main dengan amanah.

Aku pernah berfikir tentang amanah yang kujalani selama ini dan memerhatikan orang lain yang berada di sekelilingku. Sekarang aku benar-benar mengerti mengapa setiap orang itu menganggap amanah sebagai sesuatu yang berbeda menurut opini mereka, ada yang menjalankannya dengan baik, ada yang setengah menjalankan dan ada yang tidak menjalankannya sama sekali.

Aku mulai mencari mengapa hal itu terjadi dan sekarang aku sudah menemukan kata yang memang benar-benar tepat mengenai amanah ini, aku yakin seyakin yakinnya bahwa amanah ini bisa kita ibaratkan seperti air, air ini memang sangat enak dan menyegarkan setelah diminum dan tahukah kamu ketika kita meminum segelas air itu karena kita kelelahan dan memang membutuhkannya? manusia tidak akan pernah terlepas dari air dan memang tidak bisa lari, seperti itulah amanah, amanah ini adalah sebuah kebutuhan primer kita dan memang kita harus selalu meminumnya untuk kelangsungan hidup.

Banyak orang yang menganggap amanah ini adalah sekedar pelepas dahaganya saja dan tidak ada sesuatu timbal balik yang memang kita rencanakan dan akan kita lakukan, memang lah amanahini selalu datang kepada kita, entah dari diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bahkan organisasi sekalipun amanah bisa kita temui dengan rasio waktu yang beigtu cepat.

Menjengkelkan memang ketika kita berbicara mengenai amanah, ya menjengkelkan bagi orang sudah jauh dari kata bertanggung jawab, amanah kita bukan di berikan tapi kita yang memang dahulu pernah menyanggupinya. dan aku sebenarnya mulai pusing dengan diriku yang beradegan sang peminta amanah dan melarikan diri. menjengkelkan sekali. sungguh ini adalah hal yang menjengkelkan.

Pemimpin yang amanah adalah kuburan bagi aib anggotanya

kata-kata ini adalah pemecah suasana bagi riyuhnya lalu lalang pekerjaan yang berkaitan dengan amanah, pemimpin yang ditujukan bukan sekedar pemimpin daerah, pemimpin BEM, Presiden dan lain-lain, kita  mengambilnya dari sekala yang begitu kecil, kita ambil diri kita sebagai pemimpin dari anggota tubuh kita, jika salah satu anggota tubuh kita melakukan aib (contoh : Tangan digunakan untuk mencuri), maka yang akan jelek dan menerima aibnya adalah diri kita sendiri sebagai pemimpin anggotanya, oleh karena itu JANGAN PERNAH MAIN-MAIN DENGAN AMANAH

Aku tidak sedang memberikan nasihat kepada orang lain, kolega, saudara dan teman-teman pembaca, karena ini memang aku buat sebagai sarana pengingatku dikala down saat menjaga amanah yang ada, jika kalian merasakan ini adalah nasihat buat kalian ya saya bersyukur masih bisa memberikan beberapa manfaat dari kehidupan.

So, kata-kata terakhir saya dipostingan ini
Jagalah amanah sebagaimana kamu menjaga auratmu dengan pakaian yang kalian kenakan, selalu berpakaian yang rapih jika tidak ingin berdosa dan mendapat celoteh dari berbagai orang. so begitu juga amanah, jadikanlah amanah itu sebagai pakaianmu yang terbaik :)

Ditulis di Kamar kosan 
Jakarta, 10-11-2016
Ditemani Hati yang Sedang gundah

0 komentar: