Setiap kita pasti memiliki kebiasaan yang berbeda-beda dalam hal mengekspresikan tulisannya. Ada yang biasa menulis sambil mendengarkan m...

Keluar Dari Kebiasaan


Setiap kita pasti memiliki kebiasaan yang berbeda-beda dalam hal mengekspresikan tulisannya. Ada yang biasa menulis sambil mendengarkan musik,  ada yang biasa menulis dengan suasana tenang tanpa ada suara yang bising,  atau ada pula yang biasa menulis sambil jalan-jalan.  Setiap penulis memiliki ciri dan gaya khas masing-masing.

Apa yang terjadi tatkala kita menulis namun suasananya tidak seperti menulis biasanya.  Ada penulis yang kadang jika tidak sambil mendengarkan musik seorang penulis tersebut tidak bisa menuangkan ide tulisannya, atau seorang penulis tidak bisa menorehkan ide cemerlangnya dikarenakan suasana lingkungan yang ia rasakan tidak seperti suasana biasanya.  Jika kita sudah biasa menulis dengan suasana yang sunyi maka tatkala kita di hadapkan pada suasana yang ramai kita tidak mampu untuk menulis.  Ini menandakan bahwasanya kita sudah ketergantungan dengan suasana yang biasanya,  manakala kita berada di kondisi baru dengan sendirinya diri akan bertanya-tanya bahkan bisa saja menolak dengan linkungan baru tersebut,  alhasil kita tidak bisa menorehkan ide yang kita punya dikarenakan lingungan kita yang berbeda.

Pernah merasakan hal demikian?  Jika pernah,  sayapun juga pernah. Saya biasa menulis sambil mendengarkan instrumen yang di ulang-ulang,  dan manakala di hadapakan pada satu kondisi yang kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk mendengar instrumen,  sayapun tidak menulis. Alasana saya karena saya tidak bisa menulis tanpa instrumen.

Jika di pikir-pikir,  sebenarnya rugi juga jika sehari saja tidak menulis apalagi alasannya karena tidak ada musik instrumen.  Sayapun mulai merenung,  jika seandainya musik instrumen yang biasa saya dengar untuk menulis terhapus atau hilang,  apa iya saya berhenti menulis karena instrumennya hilang? Tentu tidak masuk akal. Kalau begitu keadaanya tentu saya menyakiti diri saya sendiri karena ide yang harusnya saya tuangkan dalam tulisan tidak bia di tuangkan dengan alasan tidak bisa menulis karena tidak ada musik  instrumen.

Sebenanrnya memang tak bisa di pungkiri, untuk menghilangkan ketergantungan itu sungguh sulit luar biasa.  Lihat saja pemakai narkoba atau perokok,  untuk berhenti merokok atau narkoba tidak langsung berhenti seketika,  harus ada proses tahap demi tahap.  Begitupun dengan menghilangkan ketergantungn menulis sambil mendengarkan instrumen,  saya tidak langsung bisa seketika menulis tanpa instrumen yang biasa menemani, namun saya harus sekuat tenaga menghilangkan ketergantungan itu,  karena saya sadari suatu saat bisa saja instrumen yang biasa saya dengar hilang atau terhapus atau terformat,  masa iya saya tidak menulis hanya karena gara-gara tidak ada instrumen kan lucu hehehe~

Mulai saat ini...  Saatnya menghilangkan ketergantungan, karena bagaimanapun semua yang ada di dunia ini tidak abadi.  Yang abadi hanya Allah SWT. Sayapun akan berusaha sekuat tenaga untuk membiasakan menulis tanpa ada instrumen yang menemani,  mungkin saat menulis ini masih ada instrumen yang menemani namun besok atau besoknya akan sedikit saya kurangi.

Mulai saat ini...  Mulailah untuk berani berkata selamat tinggal kepada ketergantungan,  karena dengan beraninya kita mengucapkan itu,  itu tandanya kita sudah berani pula membuat keputusan dan siap untuk kapan saja di tinggal ketergantungan manakala ketergantungan akan pergi.

2 comments:

  1. sekali-kali bisa tuh dicoba keluar dari kebiasaan kita

    ReplyDelete
  2. haha bener banget ane suka sambil denger musik

    ReplyDelete